Daejeon Aug 25, 2026 · Updated Aug 29, 2026

Gyejoksan Red Clay Trail Daejeon: Kenapa Anda Harus Melepas Sepatu

By Lee

Berjalan di jalur tanah liat merah Gyejoksan di Daejeon? Panjang jalur, cerita pendiri, tempat cuci kaki, dan waktu kunjungan.

Gyejoksan Red Clay Trail Daejeon: Kenapa Anda Harus Melepas Sepatu
gyejoksan-red-clay-trail.webp / ⓒ한국관광공사 포토코리아-IR 스튜디오

Gyejoksan bukanlah gunung yang terkenal dengan jalur pendakiannya. Sebaliknya, lebih dikenal sebagai "gunung yang harus dilewati tanpa sepatu." Identitas tempat ini adalah berjalan tanpa alas kaki di sepanjang jalur tanah liat merah sepanjang 14,5 km, yang juga merupakan jalur berjalan tanpa alas kaki pertama di Korea.

Berdasarkan pengalaman saya berjalan tanpa alas kaki di sini, saya telah merangkum bagaimana jalur ini dimulai, berapa lama waktu yang dibutuhkan, dan hal-hal yang sebaiknya diketahui oleh pengunjung pertama kali. Mungkin terasa aneh berjalan tanpa sepatu, tetapi setelah mencobanya, Anda akan mengerti mengapa tempat ini terkenal di seluruh negeri.

Bagi wisatawan yang ingin menghemat anggaran perjalanan, tempat ini adalah pilihan yang baik karena gratis. Meskipun beberapa wisatawan mungkin berpikir bahwa Daejeon tidak memiliki landmark atau atraksi terkenal, jalur tanah liat merah Gyejoksan menawarkan pengalaman unik yang sulit ditemukan di kota lain. Ini bukan sekadar jalur jalan kaki biasa, tetapi tempat yang menawarkan waktu spesial untuk berhubungan langsung dengan alam dengan melepas sepatu.

Informasi Dasar — Jalur Tanah Liat Merah Gyejoksan
LokasiSan85, Jangdong, Daedeok-gu, Daejeon
Panjang Jalur14,5 km (sekitar 5 jam untuk menyelesaikan)
Jam Operasional09:00~24:00, buka sepanjang tahun
Biaya MasukGratis
Festival Tanpa Alas KakiAwal Mei setiap tahun

Asal Usul — Pengalaman Tanpa Alas Kaki Seorang Pengusaha

Orang yang menciptakan jalur ini adalah seorang pengusaha dari Daejeon, Mr. Jo Woong-rae. Dia adalah penggemar hiking dan suatu hari melihat seorang wanita yang kesulitan berjalan dengan sepatu hak tinggi di jalur gunung. Dia melepas sepatunya dan memberikannya kepada wanita itu, lalu turun gunung tanpa alas kaki. Pengalaman itu menjadi awal dari jalur tanah liat ini.

Ingin berbagi sensasi berjalan tanpa alas kaki dengan lebih banyak orang, dia mulai menaburkan tanah liat dengan biaya pribadinya. Pada tahun 2006, jalur berjalan tanpa alas kaki pertama di Korea lahir sebagai jalur penyembuhan ekologi. Tanah liat yang digunakan di sini diambil dari Boryeong, yang terkenal dengan festival lumpurnya, dan setiap tahun sejumlah besar tanah liat baru ditambahkan untuk mempertahankan jalur ini.

Fakta bahwa seorang individu menggunakan uang pribadinya untuk membuat jalur jalan umum dan terus memeliharanya hingga sekarang membuat jalur ini istimewa. Ini bukanlah proyek yang dirancang untuk menarik wisatawan, tetapi dimulai dari tindakan kecil kebaikan yang dialami seseorang secara kebetulan, menambah keaslian yang tulus pada jalur ini. Sekarang, jalur ini dikenal secara nasional dan dianggap sebagai pelopor dalam menyebarkan budaya berjalan tanpa alas kaki di Korea.

Cara dan Etiket Berjalan Tanpa Alas Kaki

gyejoksan-barefoot-etiquette-carrying-shoes.webp / ⓒ한국관광공사 포토코리아

Di jalur tanah liat merah Gyejoksan, ada bagian khusus untuk berjalan tanpa alas kaki dan jalur kerikil atau jalan beraspal untuk berjalan dengan sepatu. Jika ingin berjalan tanpa alas kaki, pilih bagian yang dilapisi tanah liat, dan jika ingin tetap memakai sepatu, gunakan jalur beraspal di sebelahnya.

Penempatan dua jalur berdampingan ini adalah cara yang berkembang secara alami selama bertahun-tahun. Jika merasa sakit atau lelah saat berjalan tanpa alas kaki, Anda dapat beralih ke jalur beraspal kapan saja, sehingga pemula pun dapat memulai tanpa beban. Orang yang datang dengan sepatu tidak dipaksa untuk mencoba berjalan tanpa alas kaki dan dapat menikmati jalan-jalan santai, yang merupakan salah satu alasan jalur ini dicintai selama bertahun-tahun.

TIP: Saat pertama kali berjalan tanpa alas kaki, telapak kaki Anda mungkin bereaksi sensitif. Jangan memaksakan diri untuk menyelesaikan seluruh jalur, tetapi mulailah dengan jarak pendek dan tingkatkan jaraknya seiring tubuh Anda beradaptasi.

Bagian yang teduh cenderung memiliki tanah liat yang lembab dan lembut, tetapi bagian yang terkena sinar matahari dapat mengering dan mengeras. Sensasi yang berbeda pada setiap bagian adalah salah satu kesenangan berjalan di jalur ini.

Saat berjalan tanpa alas kaki, telapak kaki yang biasanya terbiasa dengan sepatu akan merasakan tekstur alami seperti tanah, akar pohon, dan batu kecil. Awalnya mungkin terasa aneh dan sedikit sakit, tetapi banyak orang mengatakan bahwa seiring waktu, perasaan itu berubah menjadi nyaman dan menyegarkan. Pengalaman sensorik ini adalah alasan mengapa jalur tanah liat merah Gyejoksan lebih dari sekadar jalur jalan kaki biasa.

Panjang Jalur & Waktu yang Dibutuhkan

Seluruh jalur memiliki panjang 14,5 km dan memakan waktu sekitar 5 jam untuk menyelesaikannya. Jika ini adalah kunjungan pertama Anda, berjalan di bagian pendek dan kembali sudah merupakan pengalaman yang memuaskan. Dikenal sebagai jalur berjalan tanpa alas kaki terpanjang di Korea, ini juga menjadi target yang baik bagi mereka yang ingin menyelesaikannya.

Karena jalur ini berbentuk sirkular yang mengelilingi gunung, Anda dapat memulai dari titik mana pun, berjalan sejauh yang diinginkan, dan kembali ke titik awal. Bagi wisatawan dengan waktu terbatas, berjalan bolak-balik di bagian dekat pintu masuk sudah cukup untuk merasakan daya tarik berjalan tanpa alas kaki. Sebaliknya, jika Anda memiliki waktu sehari penuh, menyelesaikan jalur ini sambil menikmati pemandangan Gyejoksan yang beragam adalah pilihan yang baik.

Apakah Berjalan Tanpa Alas Kaki Benar-benar Bermanfaat?

Cerita bahwa berjalan tanpa alas kaki baik untuk kesehatan telah disebarluaskan melalui berbagai media. Ada pandangan bahwa telapak kaki memiliki banyak ujung saraf yang terhubung dengan seluruh tubuh, sehingga berjalan di berbagai permukaan dapat merangsang dan membantu sirkulasi darah. Jalur tanah liat merah Gyejoksan diperkenalkan sebagai jalur "penyembuhan ekologi" karena alasan ini.※ Efek kesehatan yang spesifik dapat bervariasi, jadi gunakan informasi ini hanya sebagai referensi

Terlepas dari manfaat ilmiahnya, sensasi telapak kaki yang biasanya terbungkus sepatu bersentuhan langsung dengan tanah memberikan pengalaman penyembuhan yang berbeda. Banyak pengunjung mengatakan bahwa hanya dengan merasakan kontak langsung dengan alam, mereka merasa puas, terlepas dari stres sehari-hari.

Di antara penduduk setempat di Daejeon, banyak yang secara teratur mengunjungi jalur ini dan menjadikannya kebiasaan berjalan tanpa alas kaki. Bertemu dengan penduduk lokal yang berjalan-jalan di malam hari setelah menyelesaikan pekerjaan sehari-hari adalah pemandangan umum di jalur ini. Fakta bahwa tempat ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari penduduk setempat, bukan hanya objek wisata, membuatnya lebih dari sekadar destinasi wisata.

Festival Tanpa Alas Kaki

Setiap awal Mei, Festival Tanpa Alas Kaki Gyejoksan diadakan. Lebih banyak orang berkumpul untuk berjalan tanpa alas kaki, dan berbagai acara pendukung juga diadakan.※ Periksa jadwal festival yang tepat di situs web resmi sebelum berkunjung Meskipun bukan musim festival, program terkait diadakan setiap akhir pekan dari April hingga Oktober, jadi mengunjungi selama periode ini adalah pilihan yang baik.

Selama festival, berbagai acara seperti pertunjukan musik dan stan pengalaman diadakan, memungkinkan Anda menikmati suasana festival selain berjalan. Namun, pada periode ini, lebih banyak orang berkumpul, jadi jika Anda ingin berjalan dengan tenang, sebaiknya hindari periode festival dan kunjungi pada hari kerja. Sebaliknya, jika Anda ingin merasakan pengalaman berjalan dalam suasana yang meriah, merencanakan kunjungan selama periode festival adalah pilihan yang baik.

Perlengkapan & Fasilitas Cuci Kaki

Setelah berjalan tanpa alas kaki, tanah liat akan menempel di kaki Anda. Fasilitas cuci kaki tersedia di berbagai titik di jalur ini, sehingga Anda dapat membersihkan kaki dan memakai sepatu kembali setelah selesai berjalan.※ Periksa lokasi fasilitas cuci kaki sebelum berkunjung Membawa kaus kaki cadangan dan tisu basah akan membuat Anda lebih nyaman menyelesaikan perjalanan.

Jika telapak kaki Anda sensitif atau Anda tidak yakin bisa berjalan jauh, sebaiknya jangan memaksakan diri. Jika ini adalah kunjungan pertama Anda, mulailah dengan bagian pendek dan sesuaikan dengan kondisi tubuh Anda.

Pakaian yang nyaman juga penting. Saat berjalan tanpa alas kaki, tanah liat dapat menempel pada ujung celana, jadi kenakan celana pendek atau pakaian yang mudah digulung. Selama musim panas, Anda akan banyak berkeringat, jadi bawalah cukup air dan pakaian ganti untuk menyelesaikan hari dengan nyaman. Jika Anda memiliki luka di kaki atau kondisi medis seperti diabetes, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk berjalan tanpa alas kaki dan gunakan jalur beraspal di sebelahnya.

Akses

Jalur tanah liat merah Gyejoksan terletak di Daedeok-gu, Daejeon, dan dapat diakses dengan transportasi umum atau kendaraan dari pusat kota Daejeon.※ Periksa stasiun kereta bawah tanah dan rute bus yang tepat sebelum berkunjung menggunakan aplikasi peta Ada beberapa pintu masuk, jadi periksa pintu masuk terdekat dengan tujuan Anda sebelum berangkat.

Jika Anda tiba di Daejeon dengan bus ekspres atau KTX, Anda dapat menggunakan tempat parkir di dekat pintu masuk jika berkendara. Namun, selama festival tanpa alas kaki atau akhir pekan, tempat parkir mungkin penuh, jadi disarankan untuk menggunakan transportasi umum atau tiba lebih awal.

Tempat Menginap di Sekitar

Banyak wisatawan kembali ke pusat kota Daejeon untuk mengunjungi Expo Science Park dan Hanbit Tower. Memulai hari dengan berjalan tanpa alas kaki dan melanjutkan ke tempat-tempat terkenal di kota adalah rute yang populer dalam perjalanan ke Daejeon.

Setelah berjalan tanpa alas kaki, kaki Anda mungkin lelah, jadi sebaiknya rencanakan jadwal yang tidak memerlukan banyak berjalan. Gunakan aplikasi perjalanan penting untuk memeriksa lokasi sebelumnya, dan banyak wisatawan memilih untuk mengakhiri hari di tempat seperti Yuseong Hot Springs untuk bersantai.

Jika Anda mencari tempat menginap di dekat Daejeon, bandingkan lokasi dan harga di peta di bawah ini.

Jika Anda memesan melalui peta ini, TripKorean dapat menerima komisi kecil.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah harus benar-benar berjalan tanpa alas kaki?

Itu bukan kewajiban. Ada jalur kerikil atau jalan beraspal di sebelahnya yang dapat Anda pilih untuk berjalan dengan sepatu.

Apakah ada biaya masuk?

Gratis.

Apakah ada tempat untuk mencuci kaki?

Ya, fasilitas cuci kaki tersedia di berbagai titik di jalur ini.※ Periksa lokasi yang tepat sebelum berkunjung

Apakah harus berjalan seluruh jalur?

Tidak. Berjalan di bagian pendek dan kembali sudah merupakan pengalaman yang baik. Menyelesaikan seluruh jalur memakan waktu sekitar 5 jam, jadi sesuaikan dengan waktu dan stamina Anda.

Apakah bisa berjalan saat hujan?

Jika hujan, tanah liat bisa menjadi licin, jadi sebaiknya hindari berkunjung.※ Periksa cuaca sebelum berkunjung

Apakah cocok untuk anak-anak?

Ya, memilih bagian pendek untuk berjalan memungkinkan anak-anak menikmati jalur ini. Anak-anak yang suka bermain tanah mungkin akan sangat menyukainya.

Apakah bisa berjalan di malam hari?

Jam operasional hingga tengah malam, jadi Anda bisa berjalan di malam hari, tetapi beberapa bagian mungkin memiliki pencahayaan terbatas, jadi disarankan untuk membawa senter.※ Periksa situasi pencahayaan sebelum berkunjung

Apakah parkir mudah?

Ada tempat parkir di dekat pintu masuk, tetapi bisa penuh selama festival tanpa alas kaki atau akhir pekan.※ Periksa sebelum berkunjung

Jalur tanah liat merah Gyejoksan dimulai dari perhatian kecil seseorang. Saat Anda berjalan tanpa alas kaki dan merasakan tanah di bawah kaki Anda, Anda akan secara alami mengerti mengapa jalur ini menarik orang dari seluruh negeri.


Lebih banyak di Daejeon

Daejeon Expo Park dan Hanbit Tower: Mengapa Penggemar Squid Game Harus Berkunjung

Daejeon Expo Park dan Hanbit Tower: Mengapa Penggemar Squid Game Harus Berkunjung

Mengunjungi Hanbit Tower di Daejeon Expo Park? Masuk gratis, jam buka, sejarah Expo 1993, dan alasan penggemar Squid Game berhenti di sini.

Aug 25, 2026
Danau Daecheongho Daejeon: Rute Berkendara dan Jalur Jalan Kaki yang Direkomendasikan Penduduk Lokal

Danau Daecheongho Daejeon: Rute Berkendara dan Jalur Jalan Kaki yang Direkomendasikan Penduduk Lokal

Mengunjungi Danau Daecheongho di Daejeon? Jelajahi jalur jalan kaki 500-ri, rute berkendara indah, bunga sakura, dan museum terdekat.

Aug 25, 2026
Daejeon O-World: Kebun Binatang, Wahana, dan Taman Bunga dalam Satu Tiket (Sebagian Besar)

Daejeon O-World: Kebun Binatang, Wahana, dan Taman Bunga dalam Satu Tiket (Sebagian Besar)

Mengunjungi Daejeon O-World? Harga tiket, jam buka, dan bagaimana kebun binatang, wahana, dan taman bunga terhubung.

Aug 25, 2026