Panduan Pasar Tradisional Korea: Apa yang Harus Dibeli, Dimakan, dan Dialami di 8 Pasar Wajib Kunjungi
Travel Jun 23, 2026 · Updated Jun 25, 2026
By Lee

Panduan Pasar Tradisional Korea: Apa yang Harus Dibeli, Dimakan, dan Dialami di 8 Pasar Wajib Kunjungi

Berencana mengunjungi pasar tradisional Korea? Dari Gwangjang di Seoul hingga Jagalchi di Busan, inilah yang harus Anda makan, beli, dan ketahui sebelum pergi.

Wajah asli Korea bukanlah di pusat perbelanjaan besar, melainkan di pasar tradisional. Saya adalah orang yang yakin akan hal ini. Membeli serum IOPE di toko bebas bea atau makan ramen di department store Gangnam memang menyenangkan, tetapi itu adalah pengalaman yang bisa Anda dapatkan di kota mana pun. Saat Anda menerima bindaetteok yang baru saja digoreng di Gwangjang Market yang dibungkus koran, dan meminum segelas makgeolli yang diberikan oleh nenek pasar — itulah Korea.

Banyak turis asing melewatkan pasar tradisional. Ada alasannya. Jika Anda tidak tahu pasar mana yang ada di mana, apa yang harus dimakan, apakah boleh menawar, atau apakah kartu diterima — Anda mungkin hanya akan melewatinya. Panduan ini bertujuan untuk menghilangkan hambatan tersebut. Saya telah merangkum 8 pasar tradisional Korea yang saya kunjungi sendiri: 6 di Seoul, 1 di Daegu, dan 1 di Busan.

Secara resmi, ada lebih dari 1.400 pasar tradisional di Korea. Angka ini menunjukkan bahwa ini bukan hanya tempat belanja biasa. Pasar tradisional adalah akar ekonomi rakyat Korea dan ringkasan budaya lokal. Saya telah menyertakan apa yang harus dimakan, dibeli, dan tip realistis yang tidak banyak dibagikan oleh panduan lain.

Cara Menggunakan Panduan Ini

Daftar ini bisa digunakan untuk menjelajahi satu pasar per hari atau mengisi pagi yang kosong selama Anda berada di Seoul. Pasar ikan sebaiknya dikunjungi pagi-pagi, sementara pasar grosir fashion lebih baik dikunjungi tengah malam — setiap pasar memiliki waktu kunjungan terbaiknya masing-masing. Saya telah mencantumkan waktu yang direkomendasikan di setiap deskripsi pasar, jadi gunakan ini saat merencanakan jadwal Anda. Pilih pasar sesuai tujuan Anda: jika ingin pengalaman kuliner, pilih Gwangjang dan Tongin Market; jika ingin seafood segar, pilih Noryangjin dan Jagalchi; jika ingin berbelanja, pilih Namdaemun dan Dongdaemun; jika ingin suasana lokal, Mangwon Market adalah jawabannya.

Hal yang Harus Diketahui Sebelum Mengunjungi Pasar

Realitas Budaya Tawar-menawar

Banyak turis mengharapkan tawar-menawar di pasar tradisional Korea. Adegan yang mungkin Anda lihat di drama atau film, di mana penjual dan pembeli saling tawar-menawar. Sejujurnya — sebagian besar toko memiliki harga tetap. Terutama makanan, 100% harga tetap. Jika Anda mencoba menawar, penjual bisa merasa bingung atau tidak senang.

Namun, ada pengecualian. Jika Anda membeli beberapa pakaian atau barang, atau menghabiskan banyak uang di satu toko, Anda bisa bertanya dengan lembut, "Bisa sedikit dikurangi?" dan mungkin mendapatkan sedikit diskon. Ini bukan tawar-menawar paksa, melainkan pengertian kecil berbasis hubungan. Budaya memberi bonus ketika Anda sering berkunjung ke penjual yang sama atau membeli dalam jumlah besar masih ada.

Tunai vs Kartu

Pasar tradisional lebih banyak menggunakan uang tunai. Terutama kios makanan kecil atau toko pribadi sering kali tidak memiliki mesin kartu. Sangat disarankan untuk menyiapkan uang tunai dari ATM sebelum pergi ke pasar. Beberapa toko besar di pasar besar (seperti Namdaemun, Dongdaemun) menerima kartu, tetapi lebih aman untuk menganggap bahwa mereka tidak dan membawa uang tunai. Bawalah uang pecahan ₩10,000 dan ₩5,000 dalam jumlah cukup.

Belakangan ini, semakin banyak toko yang menerima pembayaran QR code seperti KakaoPay atau NaverPay. Namun, turis asing mungkin kesulitan menggunakannya, jadi uang tunai adalah pilihan paling aman. Banyak ATM yang terletak di dekat pintu masuk pasar atau di dalam pasar, jadi periksa untuk berjaga-jaga.

Waktu Kunjungan Terbaik

Berbeda-beda untuk setiap pasar. Pasar ikan (Noryangjin, Jagalchi) paling segar dan ramai pada pagi hari pukul 6~8. Gwangjang Market dan Namdaemun cocok dikunjungi pukul 10 pagi~2 siang. Pasar fashion Dongdaemun uniknya paling ramai antara pukul 10 malam hingga 5 pagi, cocok untuk yang suka belanja malam. Mangwon Market dan Tongin Market paling baik dikunjungi sekitar waktu makan siang. Ada satu kesamaan — pukul 11 pagi~1 siang pada akhir pekan adalah waktu puncak yang paling ramai di sebagian besar pasar. Jika ingin berkeliling dengan santai, kunjungi pada pagi hari di hari kerja.

Tips Saat Hujan

Ketika hujan, pasar luar ruangan memang terasa berbeda. Kabar baiknya adalah sebagian besar pasar tradisional memiliki atap sebagian atau seluruhnya sehingga tidak terlalu terpengaruh oleh hujan. Gwangjang Market, Namdaemun Market, dan Tongin Market adalah pasar dalam ruangan sehingga aman dikunjungi saat hujan. Jagalchi Market juga memiliki bagian dalam ruangan. Namun, kios luar Mangwon Market mungkin berkurang saat hujan, jadi perhatikan hal ini. Noryangjin Fish Market memiliki gedung baru sehingga sebagian besar belanja bisa dilakukan di dalam ruangan.

Pasar Tradisional di Seoul


Gwangjang Market

광장시장
광장시장 ⓒ한국관광공사 포토코리아-한국관광공사 이범수
Jika Anda hanya bisa mengunjungi satu pasar tradisional di Seoul, saya tanpa ragu akan merekomendasikan Gwangjang Market. Dibuka pada tahun 1905, ini adalah salah satu pasar permanen tertua di Korea, tempat makanan dan pakaian vintage hidup berdampingan. Saat Anda memasuki gang makanan di tengah pasar, aroma bindaetteok yang digoreng langsung menyambut Anda. Terbuat dari kacang hijau, pancake tebal ini renyah di luar dan lembut di dalam. Nikmati dengan segelas makgeolli untuk kombinasi yang sempurna.

Ikon lain dari Gwangjang Market adalah mayak gimbap. Namanya mungkin terdengar ekstrem, tetapi sebenarnya ini adalah gimbap mini yang sangat tipis yang dicelupkan ke dalam saus mustard. Harganya sekitar ₩3,000 per gulung dan sekali Anda mencobanya, Anda akan terus menginginkannya — itulah sebabnya disebut 'mayak' yang berarti 'narkoba'. Yukhoe bibimbap dan sundae juga merupakan makanan khas pasar ini. Di bagian kain dan pakaian, Anda dapat menemukan kain hanbok, sutra, dan renda, sementara di lantai 2-3 terdapat toko pakaian vintage dan pakaian mewah. Dengan semakin banyaknya wisatawan asing yang mengunjungi tempat ini sebagai lokasi Instagram, jumlah pengunjung meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

TIP: Bindaetteok di Gwangjang Market memiliki rasa yang sedikit berbeda di setiap toko. Alih-alih mengikuti antrean terpanjang atau toko yang bertuliskan 'asli', masuklah lebih dalam ke pasar dan cari kios yang ramai oleh penduduk lokal. Harganya lebih murah dan suasananya lebih otentik. Jika mencari pakaian vintage, pastikan untuk memeriksa toko-toko di koridor lantai 2 — masih banyak yang menawarkan harga yang bagus.
  • Lokasi: 88 Changgyeonggung-ro, Jongno-gu, Seoul / Stasiun Jongno 5-ga, Jalur 1, Pintu Keluar 8
  • Jam Operasional: 9 pagi~7 malam (gang makanan hingga 9 malam, beberapa toko tutup pada hari Minggu)
  • Harus Dicoba: Bindaetteok, mayak gimbap, yukhoe bibimbap, sundae
  • Waktu Kunjungan yang Disarankan: 10 pagi~2 siang

Namdaemun Market

Namdaemun Market
Namdaemun Market ⓒ한국관광공사 포토코리아-라이브스튜디오
Ini adalah pasar terbesar dan tertua di Seoul. Secara resmi memiliki sejarah 600 tahun dan masih menjadi pusat grosir utama Seoul yang dikunjungi puluhan ribu orang setiap hari. Kekuatan sebenarnya dari Namdaemun Market adalah harganya. Anda dapat membeli kacamata, pakaian anak-anak, makanan impor, dan suvenir Korea dengan harga yang lebih murah dibandingkan tempat lain di Seoul. Bagian kacamata sangat terkenal. Anda bisa melakukan pemeriksaan mata dan membuat kacamata di satu tempat, seringkali dengan harga kurang dari setengah dari yang Anda bayar di toko kacamata Dongdaemun atau Gangnam.
Bagian pakaian anak-anak juga populer di kalangan turis asing. Anda dapat membeli pakaian bayi dan anak-anak bergaya Korea yang lucu dengan harga grosir, sangat direkomendasikan untuk orang tua. Makanan juga beragam. Anda dapat menikmati galchi jjim, kalguksu, dan berbagai makanan ringan dengan harga terjangkau. Di berbagai kios pasar, Anda juga dapat menikmati camilan jalanan Seoul seperti hotteok, eomuk, dan kkwabaegi. Jangan hanya berpikir bahwa Anda harus tetap berada di dalam Namdaemun Market, jelajahi gang-gang di sekitarnya — ada toko-toko yang lebih murah dan lebih lokal tersembunyi di sana.
TIP: Namdaemun Market memiliki banyak pintu masuk. Keluar di Pintu Keluar 5 Stasiun Hoehyeon dan Anda akan langsung masuk ke pusat pasar. Karena gang-gang pasar cukup rumit, pertama-tama ikuti jalan utama untuk mengenali area sebelum mulai berbelanja. Jika membeli kacamata, bawa hasil pemeriksaan mata (dalam bahasa Inggris) untuk mempercepat proses.
  • Lokasi: 21 Namdaemun Market 4-gil, Jung-gu, Seoul / Stasiun Hoehyeon, Jalur 4, Pintu Keluar 5
  • Jam Operasional: 10 pagi~7 malam (beberapa toko tutup pada hari Senin)
  • Harus Dibeli: Kacamata, pakaian anak-anak, suvenir Korea, makanan kering
  • Harus Dicoba: Galchi jjim, eomuk, hotteok

Dongdaemun Market

동대문시장.jpg
동대문시장.jpg ⓒ한국관광공사 포토코리아-IR 스튜디오
Dongdaemun Market adalah jantung grosir fashion Korea. Berpusat di sekitar DDP (Dongdaemun Design Plaza), kluster fashion ini adalah salah satu dari sedikit pasar grosir fashion yang buka 24 jam di dunia. Kunjungi tempat ini pada pukul 2~3 pagi dan Anda akan menyaksikan dunia profesional yang sesungguhnya, di mana pembeli dari seluruh Korea membeli produk untuk musim berikutnya. Jika Anda adalah turis ritel, lebih nyaman mengunjungi pada siang hari, tetapi jika Anda suka begadang, cobalah datang setelah tengah malam untuk merasakan energinya yang khas.

Dongdaemun memiliki dua lapisan. Mal besar seperti Migliore dan Doota adalah untuk pelanggan ritel umum, sedangkan gang-gang di belakang seperti Pyeonghwa Market dan Gwanghee Market adalah area grosir yang sebenarnya. Harga ritel lebih murah daripada di Myeongdong atau Hongdae, dan jika Anda mencari pakaian bergaya Korea yang trendi, ini adalah tempat yang tepat. Ada juga pasar bahan yang terpisah yang menjual kain, aksesori, dan bahan lainnya, menarik bagi mereka yang tertarik dengan DIY atau produksi dalam jumlah kecil. Saat berbelanja di Dongdaemun, simpan foto gaya yang ingin Anda bandingkan di ponsel Anda untuk memudahkan.

TIP: Area grosir Dongdaemun (gang belakang Pyeonghwa Market) benar-benar buka setelah pukul 10 malam. Jika Anda mengunjungi pada siang hari, banyak toko grosir yang tutup atau hanya setengah buka. Jika tujuan Anda adalah belanja fashion, disarankan untuk datang setelah makan malam. Area ritel seperti Migliore dan Doota buka dari pukul 10 pagi hingga 11 malam.
  • Lokasi: Sekitar 281 Eulji-ro, Jung-gu, Seoul / Stasiun Dongdaemun History & Culture Park, Jalur 2·4·5
  • Jam Operasional: 24 jam (area grosir paling ramai pada malam hari)
  • Harus Dibeli: Pakaian trendi, kain, aksesori
  • Waktu Kunjungan yang Disarankan: 10 malam~4 pagi (jika ingin pengalaman grosir)

Mangwon Market

망원시장
망원시장 ⓒ한국관광공사 포토코리아-한국관광공사 이범수
Pasar ini belum banyak dikenal oleh turis asing, tetapi saya sangat menyukai Mangwon Market. Saat Gwangjang Market atau Namdaemun menjadi tujuan wisata, Mangwon Market masih mempertahankan suasana pasar lokal yang sebenarnya, tempat penduduk setempat berbelanja. Saat Anda memasuki gang, Anda akan melihat toko banchan, toko buah, toko daging, dan toko ikan yang berjejer, dengan ibu-ibu yang berlalu-lalang berbelanja. Mangwon-dong sendiri telah menjadi salah satu kawasan 'hip' di Seoul dalam beberapa tahun terakhir, sehingga setelah menjelajahi pasar, Anda bisa melanjutkan tur kafe dan restoran di sekitarnya.

Di Mangwon Market, Anda bisa membeli sayuran segar, buah-buahan, makanan laut, dan banchan dengan harga lebih murah daripada di supermarket besar. Terutama buah musiman jauh lebih murah dan kualitasnya lebih baik. Ada juga berbagai kios makanan. Cobalah tteokbokki, sundae, sate ayam, dan hotteok krim keju yang menjadi ikon Mangwon Market. Jika Anda melihat antrean panjang di sebuah kios, bergabunglah — itu adalah tempat yang telah diuji oleh penduduk setempat. Hanya melihat bahan makanan sehari-hari Korea saja sudah menjadi pengalaman yang menyenangkan.

  • Lokasi: 14 Poeun-ro 8-gil, Mapo-gu, Seoul / Stasiun Mangwon, Jalur 6, Pintu Keluar 2, 5 menit berjalan kaki
  • Jam Operasional: 9 pagi~9 malam (beberapa kios tutup pada hari Minggu)
  • Harus Dicoba: Hotteok krim keju, sate ayam, buah segar
  • Waktu Kunjungan yang Disarankan: 11 pagi~2 siang

Noryangjin Fish Market

노량진수산시장
노량진수산시장 ⓒ한국관광공사 포토코리아-한국관광공사 이범수
Jika Anda ingin makan sashimi segar di Korea, Noryangjin Fish Market adalah jawabannya. Sebagai pasar ikan terbesar di Seoul, Anda dapat memilih makanan laut hidup di lantai 1 dan membawanya ke restoran di lantai 2 untuk diproses dan dimasak. Sistem ini selalu membuat mata pengunjung pertama kali terbelalak. Keuntungan terbesar adalah Anda bisa makan sashimi dengan harga lebih murah daripada di restoran dan memilih jenis yang Anda inginkan.

Cara menggunakannya adalah sebagai berikut. Berkelilinglah di pasar lantai 1 dan pilih makanan laut yang Anda suka (halibut, rockfish, gurita, kepiting, udang, dll.) dan negosiasikan harga. Bawa makanan laut yang dibeli ke restoran di lantai 2, di mana Anda akan membayar biaya pemrosesan, saus, nasi, dan banchan secara terpisah dan langsung bisa menikmati makanan. Biaya penggunaan restoran di lantai 2 biasanya sekitar ₩5,000~10,000 per orang. Jika Anda datang pagi-pagi, Anda juga bisa merasakan suasana pasar yang ramai. Anda bisa berkomunikasi dengan penjual dalam bahasa Inggris atau Korea sederhana — seringkali hanya dengan menunjuk sudah cukup.
TIP: Kunjungi Noryangjin Fish Market pada pukul 6~7 pagi untuk mendapatkan makanan laut paling segar yang baru datang hari itu. Pada sore hari, kesegaran bisa menurun, jadi disarankan untuk datang pagi. Ada beberapa restoran di lantai 2, ikuti rekomendasi dari toko tempat Anda membeli makanan laut di lantai 1 atau pilih restoran yang paling ramai untuk mengurangi kemungkinan salah pilih.
  • Lokasi: 12 Noryangjin-ro, Dongjak-gu, Seoul / Stasiun Noryangjin, Jalur 1·9, Pintu Keluar 1
  • Jam Operasional: 24 jam (lelang grosir pukul 2~6 pagi, masuk umum setelah pukul 6 pagi)
  • Cara Menggunakan: Beli makanan laut di lantai 1 → Minta diproses di restoran lantai 2
  • Waktu Kunjungan yang Disarankan: 6~9 pagi

Tongin Market

통인시장
통인시장 ⓒ한국관광공사 포토코리아-한국관광공사 이범수
Jika Anda mencari pengalaman makan yang paling unik di Seoul, Anda tidak boleh melewatkan dosirak koin di Tongin Market. Terletak di sebelah barat Gyeongbokgung, di Seochon, Tongin Market dibuka pada tahun 1941 selama masa pendudukan Jepang, tetapi sekarang lebih dikenal dengan sistem 'cafe dosirak' yang unik. Seochon adalah kawasan tempat tinggal kelas menengah pada masa Dinasti Joseon, dan ada banyak tempat budaya seperti Museum Sastra Yoon Dong-ju dan Galeri Seni Park No-soo di dekat pasar, sehingga cocok untuk dikunjungi bersama.

Cara kerjanya sangat menyenangkan. Di cafe dosirak di dalam pasar, Anda membayar sejumlah uang (biasanya ₩5,000) dan mendapatkan koin khusus berbentuk koin kuno. Bawa koin ini dan kelilingi toko-toko yang berpartisipasi di pasar untuk memilih banchan seperti tteokbokki, telur gulung, japchae, gorengan, dan bindaetteok, dan bayar dengan koin. Anda bisa mengisi dosirak Anda sendiri dengan berbagai banchan, cara terbaik untuk merasakan budaya banchan Korea. Anda bisa memilih banchan satu per satu seperti mencicipi, jadi meskipun Anda tidak tahu selera makanan Anda, Anda bisa menikmatinya tanpa beban.
TIP: Dosirak koin paling ramai pada jam makan siang (11 pagi~1 siang). Jika ingin datang lebih awal, tiba sekitar pukul 10:30 pagi untuk mendapatkan koin terlebih dahulu. Koin yang tersisa bisa dikembalikan. Berjalan-jalan di gang Seochon di depan pasar terlebih dahulu dan kemudian mencoba dosirak saat makan siang adalah rencana setengah hari yang paling memuaskan.
  • Lokasi: 18 Jahamun-ro 15-gil, Jongno-gu, Seoul / Stasiun Gyeongbokgung, Jalur 3, Pintu Keluar 2, 10 menit berjalan kaki
  • Jam Operasional: 8 pagi~7 malam (dosirak koin 11 pagi~5 sore, tutup pada hari Minggu)
  • Harus Dicoba: Pengalaman dosirak koin
  • Waktu Kunjungan yang Disarankan: 11 pagi~1 siang

Pasar Tradisional di Daerah

Seomun Market (Daegu)

서문시장
서문시장 ⓒ한국관광공사 포토코리아-한국관광공사 이범수
Jika Anda pergi ke Daegu, Seomun Market adalah tempat yang wajib dikunjungi. Sebagai pasar tradisional terbesar di Daegu yang telah ada sejak Dinasti Joseon, pasar ini terkenal secara nasional dengan kain dan bahan hanboknya. Dengan lebih dari 4,000 toko, pasar ini mengumpulkan pakaian, tekstil, makanan, dan barang-barang rumah tangga. Karena ukurannya yang sangat besar, mungkin sulit untuk menentukan arah saat pertama kali datang, tetapi jika Anda mengikuti jalan utama, Anda akan secara alami menjelajahi seluruh pasar. Jangan lupa mencoba mandu datar dan gorengan sayur khas Daegu.

Daya tarik lain dari Seomun Market adalah pasar malamnya. Dibuka setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu malam, pasar malam Seomun Market adalah tempat yang penuh semangat di mana makanan dan pertunjukan Daegu berpadu. Anda bisa menikmati berbagai makanan jalanan, kerajinan tangan, dan pertunjukan langsung, menjadikannya rute wajib untuk perjalanan malam di Daegu. Jelajahi pasar di siang hari dan nikmati pasar malam di malam hari untuk mengisi hari Anda sepenuhnya. Hanya 10 menit berjalan kaki dari Seomun Market adalah titik awal tur Modern Alley, jadi menggabungkannya dengan penjelajahan sejarah Daegu membuat rencana setengah hari yang sempurna.

PRO TIP: Pasar malam Seomun Market buka dari pukul 7 malam hingga tengah malam. Jika Anda bisa menyertakan Jumat hingga Minggu dalam jadwal perjalanan Daegu Anda, sangat disarankan untuk mengunjungi pasar malam. Anda bisa merasakan makanan lokal dan budaya akhir pekan orang Daegu dengan cara yang paling nyata. Pasar malam juga bagus untuk berfoto, jadi Anda bisa mendapatkan banyak konten untuk diunggah di media sosial.
  • Lokasi: 45 Keunjang-ro 26-gil, Jung-gu, Daegu / Stasiun Seomun Market, Jalur 3, Pintu Keluar 1
  • Jam Operasional: 9 pagi~8 malam / Pasar malam: Jumat·Sabtu·Minggu 7 malam~tengah malam
  • Harus Dicoba: Mandu datar, gorengan sayur, sundae gukbap
  • Waktu Kunjungan yang Disarankan: Jelajahi siang hari dan pasar malam pukul 7 malam

Jagalchi Fish Market (Busan)

자갈치시장
자갈치시장 ⓒ한국관광공사 포토코리아-IR 스튜디오
Jika Anda memikirkan Busan, Anda memikirkan Jagalchi Fish Market, dan jika Anda memikirkan Jagalchi Fish Market, Anda memikirkan Busan. Sebagai pasar ikan terbesar di Korea dan simbol budaya Busan, pasar ini terletak di tepi pantai Nampo-dong. Pemandangan para "ajumma" Busan yang memproses dan menjual makanan laut langsung terasa seperti keluar dari film Busan lama. Ada teori bahwa nama "Jagalchi" berasal dari jenis ikan galchi yang ditemukan di daerah ini, tetapi asal usulnya masih diperdebatkan.

Daya tarik Jagalchi Fish Market adalah ukurannya dan kesegarannya. Anda bisa memilih dari tangki penuh kepiting hidup, gurita, flounder, kerang, dan banyak lagi, dan mereka akan langsung diproses untuk Anda. Seperti di Noryangjin, Anda bisa membawa makanan laut yang dibeli ke restoran di lantai 2 untuk dimasak dan dimakan. Bagian dalam pasar nyaman digunakan bahkan saat hujan. Jika akomodasi Anda di Busan berada di sekitar Nampo-dong atau Gwangalli, kunjungi pagi-pagi untuk memulai hari dengan sepiring sashimi segar — itulah sarapan Busan yang sebenarnya. Di luar pasar, Anda juga bisa melihat pedagang kaki lima yang duduk jongkok menjual makanan laut yang mereka proses sendiri, yang merupakan daya tarik asli Jagalchi.
TIP: Di dekat Jagalchi Fish Market, ada Bupyeong Kkangtong Market dan Gukje Market yang berjarak 10 menit berjalan kaki. Menggabungkan ketiga pasar ini dalam rencana setengah hari memungkinkan Anda merasakan daya tarik pasar tradisional Busan sekaligus. Terutama jika Anda menggabungkannya dengan Bupyeong Kkangtong Market Night Market (dibuka setiap malam), itu akan menjadi rencana sore hingga malam yang sempurna. Jika Anda meminta tempat duduk di dekat jendela di restoran lantai 2 Jagalchi Market, Anda juga bisa menikmati pemandangan laut.
  • Lokasi: 52 Jagalchihaean-ro, Jung-gu, Busan / Stasiun Jagalchi, Jalur 1, Pintu Keluar 10
  • Jam Operasional: 5 pagi~10 malam (tutup pada hari Selasa pertama setiap bulan)
  • Harus Dicoba: Sashimi halibut, gurita rebus, haejangguk
  • Waktu Kunjungan yang Disarankan: 6~9 pagi (kesegaran terbaik)

Pasar Lain yang Perlu Diperhatikan

Selain 8 pasar di atas, masih banyak pasar tradisional menarik lainnya di Korea. Jika jadwal perjalanan Anda memungkinkan, perhatikan pasar-pasar berikut ini. Semua ini adalah tempat yang saya kunjungi sendiri atau direkomendasikan oleh penduduk lokal yang dapat dipercaya.
  • Jeonju Nambu Market: Terletak tepat di sebelah Jeonju Hanok Village, pasar ini adalah pasar utama Jeonju. Di pasar malam, Anda bisa mencicipi makanan Jeolla seperti bibimbap Jeonju dan pisundae dengan harga terjangkau. Pasar malam dibuka setiap Jumat hingga Minggu malam.
  • Tongyeong Central Market: Pasar ikan di Tongyeong, Gyeongsangnam-do. Tempat terbaik untuk makan tiram segar dengan harga termurah di kota tiram Tongyeong. Kunjungi selama musim tiram (Oktober~Maret) untuk pengalaman terbaik.
  • Suwon Motgol Market: Pasar lokal yang ramai di dekat Benteng Suwon. Menjual makanan unik seperti wang mandu. Direkomendasikan sebagai rencana makan siang setelah tur Benteng Suwon.
  • Incheon Sinpo International Market: Salah satu pasar publik modern pertama di Korea. Terkenal dengan dakgangjeong dan cocok untuk dikunjungi bersama Chinatown Incheon.
  • Jeju Dongmun Market: Pasar tradisional terbesar di Jeju. Tempat terbaik untuk membeli produk khas Jeju seperti hallabong, okdom, dan daging babi hitam dengan harga termurah. Pasar malam dibuka setiap malam setelah pukul 6 sore.
Ada satu hal yang ingin saya sampaikan kepada mereka yang pertama kali mengunjungi pasar tradisional Korea. Anda tidak perlu mempersiapkan segalanya dengan sempurna. Bawa uang tunai dalam jumlah cukup, pergi dengan perut sedikit lapar, dan jika ragu, tanyakan. Penjual pasar lebih ramah dari yang Anda kira, dan sering kali mereka memberikan perlakuan khusus kepada turis asing. Dengan aplikasi Google Translate, hambatan bahasa lebih mudah diatasi daripada yang Anda bayangkan.
Saya sendiri masih sering berjalan-jalan sendirian di Gwangjang Market atau Mangwon Market pada pagi akhir pekan saat saya berada di Seoul. Pasar yang sama, tetapi setiap musim, setiap hari, setiap kunjungan memberikan pemandangan yang sedikit berbeda. Pada musim panas, ada semangka berisi es dan naengmyeon, sementara di musim dingin ada hotteok dan bungeoppang — pasar adalah tempat yang paling jujur mencerminkan musim. Pasar tradisional Korea adalah tempat seperti itu — tempat yang membuat Anda ingin kembali berkali-kali.
Apakah Anda sudah mengunjungi salah satu pasar yang dibahas dalam panduan ini? Atau apakah ada pasar tersembunyi yang belum saya bahas? Beritahu saya di komentar. Saya akan menjawab langsung.


Lebih banyak di Travel

Selain Seoul, Ada Juga Tempat Sebagus Ini! 5 Rekomendasi Kota Kecil di Korea untuk Liburan

Selain Seoul, Ada Juga Tempat Sebagus Ini! 5 Rekomendasi Kota Kecil di Korea untuk Liburan

Lepaskan diri dari Seoul dan temukan kota-kota kecil Korea yang menawan. Dapatkan informasi tentang tempat-tempat tersembunyi dan restoran yang hanya diketahui penduduk setempat!

Feb 22, 2026
Cara Termurah dan Tercepat ke Pulau Nami dari Seoul

Cara Termurah dan Tercepat ke Pulau Nami dari Seoul

Panduan lengkap cara pergi ke Pulau Nami! Mulai dari cara termurah dengan kereta + bus seharga ₩8.000 hingga tur yang nyaman, lengkap dengan pengalaman langsung.

Mar 01, 2026
Bingung Mau ke Everland vs Lotte World? Baca Ini Dulu!

Bingung Mau ke Everland vs Lotte World? Baca Ini Dulu!

Bingung mau ke Lotte World atau Everland? Traveler yang sudah 2 kali ke dua tempat ini akan memberikan perbandingan jujur. Mulai dari harga tiket masuk, waktu tunggu, hingga wahana permainan, semua berdasarkan pengalaman pribadi.

Mar 01, 2026