Asia Culture Center Gwangju: Mengapa Dibangun di Bawah Tanah di Situs Pemberontakan Demokrasi
Mengunjungi Asia Culture Center di Gwangju? Jam operasional, Alun-Alun Demokrasi 5.18 di sebelahnya, dan sejarah mengapa ACC dibangun di bawah tanah.
Asia Culture Center (ACC) sekilas tampak seperti fasilitas budaya modern yang canggih. Namun, setelah mengetahui bahwa sebagian besar bangunannya berada di bawah tanah, pandangan Anda mungkin berubah. Tempat ini dibangun di atas bekas kantor gubernur Jeonnam, lokasi perlawanan terakhir dalam Pemberontakan Demokrasi 5.18 tahun 1980. Untuk menjaga bangunan bersejarah tersebut, bangunan baru pun dibangun di bawah tanah.
Berdasarkan pengalaman saya, saya telah merangkum mengapa ACC memiliki struktur unik ini, hubungannya dengan Alun-Alun Demokrasi 5.18 di sebelahnya, dan cara terbaik untuk menjelajahinya. Jika Anda ingin memahami salah satu tempat paling berarti di Gwangju, penting untuk mengetahui latar belakang ini terlebih dahulu.
Banyak wisatawan hanya mengenal tempat ini sebagai "fasilitas budaya besar di Gwangju", tetapi sebenarnya ACC dan Alun-Alun Demokrasi 5.18 bukanlah dua tempat terpisah melainkan berbagi satu cerita. Bangunan bekas kantor gubernur yang tersisa di atas tanah, alun-alun di depannya, dan ruang pameran modern yang diperluas ke bawah tanah, semuanya merupakan bagian dari aliran yang menghubungkan kenangan Mei 1980 dengan Gwangju saat ini.
| Informasi Dasar — Asia Culture Center (ACC) & Alun-Alun Demokrasi 5.18 | |
|---|---|
| Alamat | 38 Munhwajeondang-ro, Dong-gu, Gwangju |
| Jam Operasional (Indoor) | 10:00~18:00 (Rabu & Sabtu beberapa fasilitas buka hingga pukul 22:00)※ Harap periksa situs resmi sebelum berkunjung |
| Jam Operasional (Outdoor) | 06:00~22:00 |
| Hari Libur | Setiap Senin※ Harap periksa situs resmi sebelum berkunjung |
| Biaya Masuk | Bervariasi per fasilitas (banyak pameran permanen gratis)※ Harap periksa situs resmi sebelum berkunjung |
Mengapa Dibangun di Bawah Tanah
Saat lokasi ACC pertama kali dipilih, ada kontroversi bahwa "Gwangju tidak memiliki situs bersejarah terkait seni." Namun, kenyataannya, lokasi ini adalah tempat bekas kantor gubernur Jeonnam, di mana warga sipil melakukan perlawanan terakhir melawan tentara darurat militer pada Mei 1980.
Rencana awalnya adalah untuk merobohkan bangunan bekas kantor gubernur dan membangun fasilitas budaya baru. Namun, keluarga korban 5.18 dan warga setempat menentang keras hilangnya situs bersejarah tersebut, sehingga kompromi dicapai dengan mempertahankan bentuk asli bangunan di atas tanah dan membangun fasilitas baru di bawah tanah. Saat mengunjungi ACC, Anda dapat melihat bangunan bekas kantor gubernur di atas tanah dan ruang budaya modern yang diperluas ke bawah tanah.
ACC dibangun selama enam tahun dari 2008 hingga 2014 dan dibuka resmi pada November 2015. Proses perencanaan dan diskusi selama lebih dari sepuluh tahun menunjukkan betapa sulitnya mencapai kesepakatan sosial mengenai situs ini. Hasilnya, bangunan yang selesai bukan hanya fasilitas budaya, tetapi juga simbol arsitektur di mana luka sejarah dan energi kreatif masa kini hidup berdampingan dalam satu ruang.
Alun-Alun Demokrasi 5.18
Alun-Alun Demokrasi 5.18 yang terletak tepat di depan ACC adalah alun-alun di depan bekas kantor gubernur Jeonnam, dan telah menggunakan nama resmi ini sejak 1996. Pada Mei 1980, air mancur di alun-alun ini menjadi panggung tempat warga berkumpul untuk menyatakan tekad melawan tentara darurat militer. Saat ini, alun-alun ini digunakan sebagai ruang terbuka untuk pertunjukan, pameran, dan berbagai acara untuk warga, sambil tetap mengingat kesedihan masa lalu.
TIP: Di berbagai sudut alun-alun terdapat patung dan papan informasi yang memperingati Pemberontakan Demokrasi 5.18. Jangan hanya melihat ACC, tetapi berjalan-jalanlah di alun-alun dan baca papan informasi untuk memahami makna tempat ini lebih dalam.
Alun-alun ini memiliki luas sekitar 14 hektar, dengan kolam, dinding peringatan, dan patung simbolis yang dibangun bersamaan. Tergantung pada musim, festival, pameran, atau pertunjukan dapat diadakan, sehingga Anda dapat merasakan suasana yang benar-benar berbeda tergantung pada waktu kunjungan Anda.※ Harap periksa jadwal acara di situs resmi sebelum berkunjung
Nama "Alun-Alun Demokrasi 5.18" baru resmi digunakan pada tahun 1996, 16 tahun setelah peristiwa tersebut. Ini menunjukkan betapa panjangnya proses diskusi sosial untuk secara resmi mengingat dan menamai peristiwa ini. Saat ini, seluruh area yang membentang hingga Geumnam-ro dianggap sebagai ruang yang mengandung makna sejarah ini, dan setiap Mei, tempat ini menjadi lokasi pertemuan warga untuk acara peringatan.
Menjelajahi ACC
ACC terdiri dari lima fasilitas utama: Pusat Kreativitas Budaya, Pusat Budaya Anak, Arsip & Penelitian, Pusat Kreativitas, dan Teater. Setiap fasilitas memiliki karakter yang berbeda, memungkinkan Anda untuk menikmati berbagai konten dari pameran dan pertunjukan hingga arsip dan ruang pengalaman anak-anak di satu tempat.
Lima fasilitas ini terhubung melalui terowongan bawah tanah, sehingga setelah masuk, Anda dapat menjelajahi berbagai ruang tanpa harus keluar bangunan. Meskipun berada di bawah tanah, ruangannya tidak terasa sempit atau gelap, karena dirancang dengan struktur terbuka yang memungkinkan cahaya alami masuk, sehingga Anda dapat berjalan-jalan dengan nyaman. Jika ini kunjungan pertama Anda, disarankan untuk mengambil peta di meja informasi dan merencanakan rute sebelum memulai tur.
Pusat Budaya Anak dirancang agar anak-anak dapat merasakan budaya dan seni melalui permainan, sehingga sangat populer di kalangan wisatawan keluarga. Di Arsip & Penelitian, Anda dapat mempelajari materi sejarah Gwangju, termasuk Pemberontakan Demokrasi 5.18, yang direkomendasikan bagi pengunjung yang ingin memahami latar belakang daerah ini lebih dalam.
Pusat Kreativitas Budaya adalah ruang untuk pameran seni modern dan seni media, di mana Anda dapat menemukan pameran yang sepenuhnya berbeda tergantung pada waktu kunjungan, sehingga setiap kunjungan kembali akan memberikan pengalaman baru. Teater secara rutin mengadakan pertunjukan atau pemutaran film, dan jika jadwalnya cocok, menambahkan pertunjukan ke dalam rencana perjalanan Anda di Gwangju bisa menjadi pilihan yang baik. Pusat Kreativitas adalah ruang di mana residensi seniman dan kegiatan kreatif berlangsung, dan Anda mungkin dapat melihat proses kerja yang sebenarnya.※ Harap periksa jadwal pameran dan pertunjukan di situs resmi sebelum berkunjung
Cara Menuju & Jam Operasional
ACC terletak di pusat kota Gwangju, sehingga mudah diakses dengan transportasi umum.※ Harap periksa stasiun kereta bawah tanah dan rute bus yang tepat di aplikasi peta sebelum berkunjung Fasilitas indoor buka dari pukul 10:00 hingga 18:00, dan pada hari Rabu dan Sabtu, beberapa fasilitas buka hingga pukul 22:00. Alun-Alun Demokrasi 5.18, yang merupakan ruang outdoor, buka dari pukul 06:00 hingga 22:00, sehingga Anda dapat berjalan-jalan di alun-alun hingga larut malam.
Dibandingkan dengan Seoul atau Busan, jalur transportasi umum di Gwangju relatif sederhana, sehingga dengan aplikasi peta, Anda dapat menemukan tujuan Anda tanpa kesulitan. Jika Anda tiba di Gwangju dengan KTX atau bus ekspres, Anda dapat dengan mudah mencapai ACC di pusat kota menggunakan bus kota atau kereta bawah tanah.
Hari libur biasanya pada hari Senin, tetapi hari libur yang tepat dapat bervariasi tergantung pada fasilitas, jadi pastikan untuk memeriksa sebelum berkunjung. Terutama jika Anda berencana mengunjungi pameran atau pertunjukan tertentu, pastikan untuk memeriksa hari dan jam acara tersebut diadakan untuk menghindari kunjungan yang sia-sia.
Tips Kunjungan
ACC cukup besar, sehingga jika Anda ingin melihat semua pameran, bisa memakan waktu lebih dari setengah hari. Jika waktu Anda terbatas, Anda dapat memadatkan rute dengan fokus pada pameran utama di Pusat Kreativitas Budaya dan berjalan-jalan di Alun-Alun Demokrasi 5.18.
Di musim panas, ada waktu di mana alun-alun di atas tanah terkena sinar matahari langsung, jadi disarankan untuk berkunjung di pagi hari atau sore hari. Sebaliknya, ruang pameran bawah tanah memiliki sistem pendingin dan pemanas yang baik, sehingga Anda dapat menikmati kunjungan dengan nyaman terlepas dari cuaca. Jika Anda ingin menghemat anggaran perjalanan, rencanakan rute dengan fokus pada pameran permanen gratis, dan kunjungi pada pagi hari di hari kerja untuk menikmati alun-alun dan ruang pameran dengan lebih tenang.
Mengingat tempat ini memiliki makna sejarah yang mendalam, hindari berbicara keras atau berpose tidak pantas di depan monumen. Bagi banyak pengunjung Korea, alun-alun ini bukan hanya objek wisata, tetapi juga tempat yang masih menyimpan kenangan menyakitkan.
Jika memungkinkan, disarankan untuk mencari informasi latar belakang tentang Pemberontakan Demokrasi 5.18 sebelum berkunjung. Jika Anda hanya melihatnya sebagai bangunan modern yang megah tanpa informasi, Anda mungkin akan melewatkan makna sebenarnya dari ruang ini. Dengan membaca papan informasi di Arsip & Penelitian atau di sekitar alun-alun sambil berjalan, Anda akan secara alami memahami harga yang telah dibayar kota ini untuk demokrasi.
Bagi wisatawan asing, peristiwa ini mungkin terasa asing, tetapi bobot Pemberontakan Demokrasi 5.18 dalam sejarah modern Korea tidak bisa dianggap enteng. Peristiwa ini dinilai sebagai akar dari berbagai gerakan demokrasi yang terjadi setelahnya, sehingga mengetahui latar belakang ini atau tidak akan membuat perbedaan besar dalam perjalanan Anda di Gwangju.
Tempat Menginap di Sekitar
Di sekitar ACC, banyak tempat budaya dan sejarah lainnya di Gwangju yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki, sehingga jika Anda memiliki waktu lebih dari setengah hari, akan menyenangkan untuk menjelajahinya bersama. Mengingat karakteristik pusat kota Gwangju, koneksi transportasi umumnya juga cukup nyaman.
Berjalan di sepanjang Geumnam-ro, Anda akan menemukan lokasi-lokasi penting dari Pemberontakan Demokrasi 5.18, sehingga banyak wisatawan yang berjalan di jalan ini setelah melihat ACC dan alun-alun. Seluruh kota Gwangju dirancang untuk mengingat sejarah ini, sehingga menghabiskan satu hari untuk menjelajahi sejarah ini tanpa menggabungkannya dengan pasar tradisional atau tempat wisata lainnya bisa menjadi pengalaman yang berarti.
Jika Anda mencari tempat menginap di dekat Gwangju, lihat peta di bawah ini untuk membandingkan lokasi dan kisaran harga.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah ada biaya masuk?
Bervariasi per fasilitas, banyak pameran permanen yang gratis.※ Harap periksa biaya yang tepat di situs resmi sebelum berkunjung
Apakah buka pada hari Senin?
Kebanyakan fasilitas pameran indoor tutup pada hari Senin.※ Harap periksa situs resmi sebelum berkunjung
Apa itu Pemberontakan Demokrasi 5.18?
Ini adalah pemberontakan demokrasi yang terjadi di Gwangju pada Mei 1980, di mana warga sipil secara sukarela melawan penindasan militer. Peristiwa ini dinilai sebagai tonggak penting dalam gerakan demokrasi Korea dan setiap Mei, acara peringatan diadakan di Gwangju.
Apakah cocok untuk dikunjungi bersama anak?
Ya, ada ruang pengalaman untuk anak-anak seperti Pusat Budaya Anak, sehingga cocok untuk pengunjung keluarga. Namun, Alun-Alun Demokrasi 5.18 dan pameran di Arsip mungkin membahas sejarah yang berat, jadi disarankan untuk menyesuaikan rute kunjungan sesuai usia anak.
Apakah diperbolehkan memotret?
Kebanyakan ruang luar dan pameran permanen memperbolehkan fotografi, tetapi beberapa pameran khusus mungkin memiliki batasan.※ Harap periksa sebelum berkunjung
Apakah ada panduan dalam bahasa Inggris?
Banyak pameran utama dan papan informasi yang menyediakan penjelasan dalam bahasa Inggris.※ Harap periksa cakupan dukungan multibahasa yang tepat sebelum berkunjung
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berkunjung?
Jika Anda ingin melihat pameran utama ACC dan Alun-Alun Demokrasi 5.18, disarankan untuk mengalokasikan setidaknya 2-3 jam. Jika ingin melihat pameran dengan teliti, bisa memakan waktu lebih dari setengah hari.
Asia Culture Center dan Alun-Alun Demokrasi 5.18 bukanlah objek wisata yang megah, tetapi tempat yang telah bangkit kembali sebagai ruang budaya baru setelah melewati momen berat dalam sejarah modern Korea. Berjalanlah di antara bangunan bekas kantor gubernur di atas tanah dan ruang pameran modern di bawah tanah untuk merasakan bagaimana Gwangju mengingat sejarah ini secara langsung.